Motifasi Hidup: KISAH INSPIRATIF
Tampilkan postingan dengan label KISAH INSPIRATIF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KISAH INSPIRATIF. Tampilkan semua postingan

Memuji Allah dapat emas

Sebuah kisah inspiratif yang mungkin bisa menjadi teladan dan meningkatkan Iman juga Takwa kepada Allah S.w.t.

Di riwayatkan dalam sebuah Hadis Shaheh Thabrani. Dari Anas r.a. Sesungguhnya Rasulullah S.a.w. pernah melawati seorang Arab Badwi yang sedang berdoa dalam Shalatnya (usai Shalat) sebagai berikut. (Mf kami ulas terjemahanya saja karna peralatan ketik tulisan Arab sedang rusak).

Doa orang Badwi kepada Allah S.w.t yang membuat Rasulullah perhatian kepadanya:

(Wahai Dzat yang tak pernah di lihat oleh semua mata, Yang tak pernah terjangkau oleh semua perkiraan, Yang tak dapat di sifati oleh semua yang menyifati, Yang tak pernah di ubah oleh semua yang baru, Yang tak pernah takut kepada malapetaka perubahan masa, Yang mengetahui beratnya gunung~gunung, takaran seluruh samudera, jumlah curah seluruh hujan, dan jumlah dedaunan pohon~pohon, dan jumlah semua yang di selimuti kegelapan malam dan seluruh yang di terangi oleh terangnya siang, tidak tertutup bagi~Nya langit yang satu terhadap langit yang lainya, tidak juga bumi yang satu terhadap bumi lainya, tidak juga lautan berikut semua yang ada di kedalamanya, juga gunung berikut kekerasan batu batu karangnya, Jadikanlah sebaik~baik umurku pada ahirnya, dan sebaik~baik amalku pada penutupnya, dan jadikanlah sebaik~baik hari~hariku, hari pertemuanku dengan~Mu (pada hari kemudian).

(Mendengar pujian seperti itu) Rasulullah S.a.w. menunjuk seorang laki~laki agar membawa orang itu ke hadapan Rasulullah S.a.w.

Kata beliau Rasulullah S.a.w. "Apabila orang itu telah selesai Shalat bawalah ia padaku".

Ketika orang Arab Badwi telah menyelesaikan Shalatnya maka utusan itupun menemuinya. Bersamaan dengan itu Rasulullah S.a.w. telah memberi hadiah Emas dari sebagian hasil tambang.

Ketika orang Arab Badwi menghadap Nabi S.a.w. maka beliau memberikan hadiah Emas lalu bertanya kepadanya:

"Wahai orang Arab Badwi kamu berasal dari suku mana..??"

"Ia menjawab: Saya berasal dari Bani Amir Bin Sha'sha'ah, Ya Rasulullaah"

"Beliau bertanya lagi, "Tahukah kamu, karena apa aku menghafiahkan Emas ini padamu??".

"Ia menjawab: karna kekerabatan antara kami denganmu Yaa Rasulullah"

Maka beliau Rasulullah Bersabda "Sesungguhnya bagi kerabat itu memang ada haknya, tetapi aku menghadiahkan Emas ini padamu karna begitu indahnya pujianmu kepada Allah Azza Wajalla".

Hadis Riwayat Tabrani~ Majma'uz Zawaid I/242.

Dari kisah tersebut dapat di ambil hikmahnya yaitu kalimat doa yang indah dan penuh makna, Sabda Rasulullah S.a.w. tentang hak bagi kerabat, dan  semoga dari kisah ini dapat kita jadikan pelajaran yang baik, Insyaa Allah kalau ada waktu dan peralatan ketik huruf Arabnya sudah beres, bisa kami postingkan doa di atas di blog ini atau blog kami yang lain.

Semoga bermanfaat.

Rumah debu

Beriman pada yang ghaib itu wajib, karna Allah S.w.t. juga termasuk ghaib, dan lagi Ia juga banyak menciptakan mahluk ghaib juga hal~hal ghaib.

Sedangkan yang ghaib hanya bisa berinteraksi atau berkomunikasi dengan ghaib pula seperti ucapan sang bumi yang kita injak ini.

Lebih jelasnya sebagai berikut apa sih yang bumi ucapkan pada kita.

Dari Abu Sa'id r.a. menceritakan "Rasulullah S.a.w. masuk ke mushala beliau, tiba~tiba melihat beberapa orang sedang (gelak tertawa) seakan akan mereka memperlihatkan gigi~gigi mereka. Lalu beliau bersabda:,

"Sungguh seandainya kalian mengingat penghancur segala kesenangan (mati) niscaya hal itu akan mengalihkan kalian kepada perkara lain daripada yang aku lihat sekarang ini (tertawa yang berlebihan).

Karena sesungguhnya tiada satu hari pun kecuali kubur mengatakan, 'Aku adalah rumah tempat pengasingan, aku adalah rumah kesendirian, aku adalah rumah debu, dan aku adalah rumah belatung/cacing tanah.'

Apabila seorang mukmin di kebumikan, maka kubur berkata kepadanya:, Selamat datang, sesungguhnya di antara sekian orang yang berjalan di atas punggungku, engkaulah yang paling kucintai, Oleh karna pada hari ini aku telah di beri wewenang untuk bertanggung jawab terhadap engkau, dan sekarang engkau telah datang kepadaku, maka engkau akan melihat perlakuanku (sambutanku) terhadapmu'

Rasulullah S.a.w. Bersabda "Kemudian kubur akan meluas baginya sejauh pandangan matanya, dan di bukakan baginya sebuah pintu menuju Syurga.

Sebaliknya, apabila seorang yang durhaka atau seorang kafir di kuburkan, maka kubur berkata kepadanya, "Tiadalah ucapan selamat bagimu, sesungguhnya di antara sekian orang~orang yang berjalan di atas punggungku, kamulah yang paling ku benci. Oleh karna pada hari ini aku telah di beri wewenang untuk memperlakukanmu, dan sekarang kamu telah datang padaku, maka sekarang juga kamu akan melihat bagaimana perlakuanku terhadapmu.'

Rasulullah S.a.w. Bersabda "Kemudian kubur akan menghimpitnya sehingga (setiap sisi) bertemu (satu sama lain) dan tulang~tulang rusuknya bersilangan. "Rasulullah S.a.w. berisyarat dengan meletakan jari~jari (tangan yang satu) ke sela~sela jari~jari (tangan yang lain)."

Kemudian Allah S.w.t. Mengirim 70 ekor ular berbisa yang seandainya se ekor saja di antara ular~ular itu menyemburkan bisanya muka bumi ini, niscaya tidak akan tumbuh satu tanaman pun di muka bumi ini sampai hari kiamat. Ular~ular itu terus menerus mematuknya dan mengoyak~oyak tubuhnya sampai (tiba saatnya) ia di bawa ke penghisaban (pada hari kiamat).

"Rasulullah S.a.w. Bersabda, 'Kubur merupakan salah satu taman dari taman~taman Syurga atau salah satu jurang dari jurang~jurang neraka". Hr Tirmidzi no. 2460.

Dalam bab hadis lain di ceritakan Rasulullah S.a.w. Bersabda "Aku tidak pernah melihat suatu pemandangan yang lebih mengerikan daripada (adzab) kubur". Hr Tirmidzi no 2308

Mau percaya atau tidak itu hak setiap pembaca, tapi perlu di ketahui bahwa salah satu Mujizat Rasulullah S.a.w. adalah ia bisa melihat sampai dasar bumi, atas langit, masa yang lalu, masa yang akan datang, alam ghaib, dan bahkan ia bisa melihat di belakang beliau ataupun tempat tertutup.

Dan bila masih tidak percaya, ya silahkan di coba mati, terus terang kalau coba~coba yang beginian admin ogah ah..

Bagi para pembaca blog saya, ini admin bagikan Mp3 tentang adzab kubur, untuk lebih jelasnya silahkan download di sini..


Demikian kisah rumah debu dan ungkapan bumi, semoga bermanfaat dan menambah keimanan pada Allah S.w.t.

Pembawa sandal ini ternyata ahli Syurga

Dari Anas bin Malik r.a. menceritakan, "Kami sedang duduk bersama Rasulullah S.a.w., tiba~tiba beliau bersabda,

"Sekarang akan muncul di hadapan kalian seorang ahli surga".

Tak lama kemudian munculah seorang dari kaum anshar, dari janggutnya menetes air bekas wudhu, dan ia menggantungkan sandalnya di tangan kirinya.

Ke esokan harinya Nabi S.a.w. mengatakan yang seperti perkataan kemarin. Lalu muncul lagi orang Anshar yang sama seperti hari pertama.

Pada hari yang ketiga Rasulullah S.a.w. mengulang perkataan yang sama, dan orang Anshar itu lagi yang muncul dalam keadaan yang sama.

Ketika Rasulullah S.a.w. pergi, Abdullah bin Amr r. huma mengikuti orang Anshar itu (hingga ke rumahnya), lalu Abdullah bin Amr berkata padanya,,

"Aku telah bertengkar dengan ayahku dan aku bersumpah tidak akan kembali padanya selama tiga hari, menurutmu bolehkah aku tinggal di rumahmu hingga tiga hari??." ia menjawab "ya".

Anas r.a. melanjutkan: Abdullah bin Amr menceritakan bahwa ia menginap selama tiga malam di rumah orang Anshar itu, tetapi ia tidak pernah melihatnya beribadah pada malam hari, kecuali apabila ia terbangun dan mengubah posisi tidurnya di atas tempat tidur, ia berdzikir kepada Allah dan mengucapkan takbir, sehingga ia bangun untuk melakukan Shalat subuh.

Abdullah meneruskan ceritanya, "Ada satu perkara lagi, bahwa aku tidak pernah mendengar sesuatu yang di ucapkanya kecuali yang baik~baik saja.

Ketika tiga malam itu berlalu dan hampir saja aku merendahkan amalanya, maka aku berkata padanya, "Hai hamba Allah, tidak ada pertengkaran antara aku dengan ayahku juga tidak ada perselisihan, tetapi sebenarnya adalah aku telah mendengar Rasulullah S.a.w. mengatakan tentang dirimu kepada kami sebanyak tiga kali, kata beliau:

"Akan muncul kepada kalian seorang ahli Surga, lalu yang muncul adalah engkau. sebanyak tiga kali beliau mengatakan demikian dan tetaplah yang muncul adalah engkau"

Kemudian aku ingin tinggal bersamamu agar aku dapat melihat (mengetahui) apa amalanmu? lalu aku mengikutimu. tetapi ternyata aku tidak melihat engkau melakukan amalan amalan (yang istimewa). amal apa yang telah menyampaikan dirimu pada posisi yang mana Rasulullah S.a.w. menyatakan (bahwa engkau ahli Surga)?.

Orang Anshar itu menjawab, "Tidak ada amal (yang istimewa) kecuali yang sebagaimana yang engkau lihat". Abdullah bin Amr r.huma melanjutkan ceritanya, "ketika aku akan pergi, ia memanggilku lalu berkata:

"Amalku biasa~biasa saja seperti yang engkau lihat, kecuali sesungguhnya aku tidak mendapati dalam hatiku kebencian kepada siapapun di antara orang~orang Islam. dan aku juga tidak pernah iri kepada siapapun atas kebaikan (nikmat) Allah yang telah di berikan kepadanya.

Abdullah bin Amr r.huma berkata, "Inilah amal yang telah menyampaikan dirimu pada kedudukan tersebut, dan inilah amal yang tidak mampu kami lakukan.

(Hr Ahmad dan al Bazzar dengan matan yang sama, dan para perawi Ahmad adalah shahih, Majma'uz Zawaa'id VIII/150)

Kisah inspiratif di atas benar~benar membuat kita berfikir, ternyata ahli Syurga itu tidak di tentukan oleh Amal saja, tetapi juga kebaikan hati yang lebih utama.

Semoga bisa jadi pelajaran untuk kita semua, agar bisa hidup lebih baik serta mendapat posisi baik di Ahirat kelak Aamiin...

Kisah yang mengharukan

kisah seseorang yang memenuhi hidupnya dengan kesabaran ketika ditimpa musibah dan bersyukur di saat lapang.

Cerita ini dikisahkan oleh Abdullah bin Muhammad dan diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Kitab ats-Tsiqat. Abdullah bin Muhammad menuturkan:

Suatu hari ketika aku menjaga di daerah perbatasan Aris di wilayah Mesir, aku melihat sebuah kemah yang sempit di padang pasir yang terik. Lalu aku pun mendekati kemah tersebut.

Aku melihat ada seorang laki-laki yang kedua tangannya buntung, kedua kakinya pun tiada, ditambah telinga yang sudah tuli dan mata yang telah rabun. Namun aku mendengar ia mengatakan:

“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku danbersyukur atas kemuliaan yang Engkau berikan kepadaku atas hamba-hamba-Mu yang lain.”

Maka aku pun heran dengan apa yang ia katakan.

Lalu aku mendekatinya dan aku tanyakan “Wahai saudaraku atas nikmat Allah yang mana engkau bersyukur?”

Ia mengatakan, “Diamlah! Kalau sekiranya Allah datangkan lautan niscaya laut tersebut akan menenggelamkanku, atau ia datang api yang menggunung tentulah api tersebut akan membakar tubuhku, atau ia jatuhkan langit pastilah langit itu menghancurkanku.

Tapi aku akan senantiasa bersyukur kepada-Nya.” Aku katakana, “Bersyukur atas apa?” Ia menjawab “Dia telah menganugerhkanku lisan, yang senantiasa mengingat dan bersyukur kepada-Nya.”

Lalu ia melanjutkan, “Saudaraku, aku memiliki seorang anak yang biasa menyuapiku ketika akhu hendak makan dan mengantarkan aku untuk beribadah.

Namun tiga hari ini aku kehilangannya.

Tolong carikan ia untukku.” Aku pun mencarikan anaknya, ternyata sang anak diterkam oleh hewan buas.

Aku merasa bingung, kalimat apa yang akan aku sampaikan sementara keadaannya sekarang saja sangat memprihatinkan.

Lalu aku datang kepadanya, aku buka cerita dengan mengisahkan kisah Nabi Ayyub. Aku katakana,

“Wahai saudaraku tahukah engkau tentang Ayyub?”

“Iya aku mengetahuinya.”

Jawabnya. “Bukankah Allah telah menjadikannya miskin, lalu bagaimana keadaannya?” kataku. Ia menjawab,

“Ia bersabdar.” Allah pun mewafatkan anak-anaknya, bagaimana keadannya?” Sambungku.

“Ia bersabar.” Jawabnya. Lalu Allah pun menambah musibahnya dengan penyakit di tubuhnya, bagaimana keadaannya? Tanyaku lagi.

“Ia bersabar.”

Lalu ia memotong pembicara'an, “Saudaraku, katakana dimana anakku! Aku sangat lapar.”

Aku katakan, “Berharaplah pahala dari Allah atas musibah yang menimpamu, anakmu dimangsa hewan buas.”

Lalu ia mengucapkan, “Alhamdullah, segala puji bagi Allah yang telah mengadurehkanku keturunan yang tidak bermaksiat kepada-Nya sehingga ia tidak di Adzab di Neraka lalu ia tersendak dan wafat.

Melihat keadaan demikian, aku pun sempat merasakan kebingungan. Bagaimana harus memandikan, mengafani, dan menguburkannya seorang diri.

Tak lama setelah itu, datanglah empat orang penunggang kuda menghampiriku. Mereka bertanya,

“Wahai saudara, apa yang menimpamu?”

Aku menjawab, “Aku bersama seseorang dan ia telah wafat.”

Lalu mereka meminta jasad yang telah kututupi itu dibukakan wajahnya, bisa jadi mereka mengenal jasad tersebut.

Sontak ketika melihat wajah jenazah tersebut mereka berteriak “Subhanallah!! Ini adalah mata yang senantiasa menangis karena Allah, wajah yang tertunduk karena takut kepada Allah, dan tangan yang senantiasa digunakan berdoa kepada Allah.”

Aku pun bertanya, “Wahai saudaraku, apakah kalian mengenalnya?”

Mereka menjawab, “Engkau tidak mengenalnya?! Ia adalah Abu Qilabah sahabat dari Abdullah bin Abbas (sepupu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam)" Ia menghindar dari jabatan hakim.

Akhirnya kami mandikan, kafankan, dan kami kuburkan ia. Keempat penunggang kuda itu pun melanjutkan perjalanan dan aku kembali berjaga-jaga di daerah perbatasan.

Demikian kisah Inspiratif yg sungguh sangat memberi contoh pada kita, agar senantiasa bersyukur atas segala ni'mat yg Allah berikan pada kita..

Semoga Allah Ta'ala senantiasa memberi kita hidayah agar tetap dalam ketakwa'an.. Aamin..

Mutiara Isinya Orang

Pda suatu ktika Nabi Sulaiman bin Dawud As. Mnerima wahyu dr Allah Swt. Keluarlh ke tpi laut dsana anda dpt meliht sesuatu yg ajaib.

Maka kluarlah Nabi Sulaiman bin Dawud As. Bersama rombongan jin dan manusia..

Dan ktika tlah smpai di tpi laut ia mnoleh ke kanan dn kekiri tdk mlihat apa~apa, maka ia menyuruh jin untk mnyelam di laut untk mmbawakan apa yg ajaib di dalamnya..

Mka mnyelamlah jin ifrit, kmudian kmbali dn berkata "Saya telah mnyelam dalam jarak skian ttapi belum mencapai dasar laut dn tidk menemukan sesuatu yg ajaib"..

Maka Nabi Sulaiman menyuruh jin ifrit yg lain untk mnyelam kelaut untk mmbawakan apa yg ajaib..

Demikian kdua kali ini jga kmbali dn berkata bahwa telah mnyelam sejauh dua kali dr jin yg semula tdk mnemukan sesuatu yg ajaib..

Shingga Nabi Sulaiman berkats kepada Aashif bin Barkhiya seorng yg mndapat Ilmu langsung dari Allah :Bawakan padaku apa yg ada di dalam laut ini..

Stelah berdoa minta kepada Allah lalu muncul kubah yg trbuat dari kapur putih berpintu empat yaitu:
Dari permata intan
Dari yaqut
Dari mutiara
Dari zabarjad yg hijau

Semua pntu lalu terbuka ttapi tdk ada stetes airpun dpt masuk kdalamnya..

Tiba~tiba di tengah tengahnya ada pemuda yg bersih pakaianya, bagus rupanya sdang berdiri sambil berdoa..

Nabi Sulaiman masuk kedalam kubah itu lalu memberi salam pda pemuda itu dn brtanya kpdanya..
"Mengapakah engkau berada di dasar laut..??"

Jwabnya: Ya Nabiyullah, dahulu ayahku seorang yg lumpuh, ibuku buta dan aku melayani keduanya selama tujuh puluh tahun, kmudian ktika ibu akan meninggal dunia ia berdoa "Yaa Allah lanjutkan umur putraku dalam ta'at kepadamu" dan ktika ayah kami akan mati berdoa "Yaa Allah, jadikan putraku tetap ta'at kepada~Mu di tmpat yg tdk bisa di ketahui oleh Syetan"

Kmudian telah mati kduanya aku keluar ktepi laut tiba~tiba mliht kubah ini, maka aku masuk kdalamnya..

Tiba~tiba dtang malaikat mmbawa kubah ini dan mnempatkan di dasar laut..

Lalu di tanya oleh Nabi Sulaiman "Anda hidup di zaman apa..?"

Jwabnya: "Di zaman Nabi Ibrahim As."

Di prkirakan waktu itu umur dia 1600 tahun, ttapi tdk ada satupun uban di rambutnya, lalu di tnyakan bagaimanakah enhkau makan dan mnum..??

Jwabnya: Tyap hari dtang burung mmbawa makanan sbesar kpala orang, maka aku makan dn dpt mrasakan smua mkanan yg ada di dunia hingga mrasa kenyang dn puas, hilng smua lapar, haus, panas, dingin, dan tidur..

Lalu di tanya oleh Nabi Sulaiman "Sukakah kmu tinggal bersama kami atau akan kmbali ktempatmu..?" Jawabnya: "Kembalikan aku ketempatku Ya Nabiyullah...

Kmudian di kmbalikan ktempat smula di dasar laut..

Perhatikan bgaiman Allah tlh mnerima doa dr kdua orngtua..

Oleh sbb itulah kta harus hati~hati jngn smpai durhaka kpda orangtua..

Dan kubah itu insyaa Allah smpai sa'at ini msh ada di dasar Samudra..

Subhanallaah, sungguh ajaib doa orangtua kpda anaknya, bagaikan doa seorang Nabi kpda Umatnya...