Motifasi Hidup: Tausyiah Pendek
Tampilkan postingan dengan label Tausyiah Pendek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tausyiah Pendek. Tampilkan semua postingan

Motivasi kesedihan

Ketika miskin..

Kita tau arti selembar rupiah..

Ketika sakit..
Kita tau arti sebuah kesehatan..

Ketika menderita..
Kita tau arti kebahagiaan..

Ketika kehilangan orang yang kita hormati..
Kita tau arti kebersamaan..

Ketika kita melihat kuburan..
Kita kan tau arti kehidupan..

Ketika tidak ada lagi pnolong..
Kita pun tau arti keberadaan Allah..

Ketika apapun terjadi pada diri kita..
Kita pun mesti selalu bersyukur..

Allah menjadikan kebolak balikan agar kita bisa merasakan betapa ni'mat-Nya sangatlah luas,,,

Apapun yang kita alami saat ini mari di Syukuri karna setiyap sesuatu menyimpan sesuatu pula, tidak mungkin Allah itu menyusahkan atau membahagiakan kecuali hanyalah ujian agar kita tau dan merasakan.


SIAPA YANG ISLAM TAPI BUKAN ISLAM

Ahir-ahir ini atau ahir zaman ini banyak sekali perbedaan-perbedaan dalam Agama Islam, bahkan Rasulullah Shalallah Alaihi Wassalam juga bersabda yang maksudnya adalah "Di ahir zaman umat Islam akan terpecah menjadi 72 bagian dan Nasrani 73 bagian", (Sumber hadis Shaheh).

Sa'at ini bisa kita lihat berapa banyak kelompok jama'ah-jama'ah, baik itu Islam atau Nasrani, dan kita tidak tau mana yang benar dan mana yang tidak benar, dan pasti semua menganggap kelompoknya adalah yang paling benar.

Yang lebih ironis adalah munculnya kelompok jama'ah yang di sebut-sebut kelompok radikal, ini yang menjadi fitnah bagi kaum Muslim, sebab..!!! Radikal bukanlah Muslim, dan Agama Islam bukanlah Agama Radikal.

Rasulullah Shalalllah Alaihi Wassalam Bersabda:

ليس منا من د عا الى عصبيه وليس منا من قا تل عل عصبيه وليس منان مات على عصبيه.

"Bukan termasuk golongan kami orang yang mengajak kepada'Ashabiyah' (Fanatisme, suku, bangsa, ras, radikal, dan lain sebagainya), bukan termasuk golongan kami yang berjuang karna 'Ashabiyah', dan bukan termasuk golongan kami orang yang mati dalam keadaan (memegang teguh) 'Ashabiyah'" ( Hr Abu Dawud Bab Ashabiyah, Hadis No 5121).

Sekiranya sangatlah jelas penjelasan dari Nabi seluruh alam Nabi Muhammad Shalallah Alaihi Wassalam, yang membingungkan adalah yang mana kiranya kelompok 'Ashabiyah' tersebut..?? Jawabanya ada pada kalian masing-masing yang melihat di sekitar kalian.

Rasulullah S.a.w. memberikan sedikit penjelasan, yang manakah kiranya orang Islam itu, orang yang benar-benar Islamnya:...

اَلْمُسْلِمُ مَنُ مَنْ اَمِنَهُ النّامُ عَلىٰ دِ مَا ىِهِمْ وَاَمْوَالِهِمُ

"Orang mukmin yaitu orang yang tidak mengganggu diri dan harta oranglain, (Sehingga mereka merasa aman darinya)" Hr Nasai 4998

Seperti itu penjelasan dan keterangan dari Nabi kita Muhammad Shalallah Alaihi Wassalam, semoga bisa menjadi tolak ukur dan pengertian walau sedikit.

Orang Orang Yang Mengganggu

Yang namanya orang hidup pastilah tak lepas dari masalah dan gangguan-gangguan, akan tetapi lebih sering masalah yang datang bukan karna kesalahanya sendiri, tapi karna di buat-buat agar nampak salah.

Hal-hal buruk sering terjadi memang di rekayasa untuk menjatuhkan mental atau mengusir secara perlahan, biasanya seperti ini terjadi manakala ada uang yang menyuruh atau bisa di sebut SUAP.

Yang lebih ironis adalah yang di jadikan korban orang Muslim, sedangkan orang Muslim tersebut belum tentu mengganggu oranglain atau membuat kerusuhan atau membenci siapapun, sebab...!!!! setiap orang Muslim di larang oleh Rasulullah S,a.w. untuk berbuat yang tidak baik semacam mengganggu orang lain atau membuat oranglain resah.

Jika demikian maka jelaslah kebohongan dan dosa berpihak pada yang membuat orang Muslim menjadi terganggu, sebagaimana yang Allah Firmankan

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنٰتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا۟ فَقَدِ احْتَمَلُوا۟ بُهْتٰنًا وَإِثْمًا مُّبِينًا ﴿الأحزاب:٥٨

( waalladziina yu/dzuuna almu/miniina waalmu/minaati bighayri maa iktasabuu faqadi ihtamaluu buhtaanan wa-itsman mubiinaan )


Artinya: "Dan orang-orang yang mengganggu/menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata". Al Ahzab 33/58.

Meskipun sangat jelas berbuat salah dan salah menurut Tuhan Yang Maha Esa, yang namanya orang sudah memakan uang HARAM maka perbuatanya pun akan terus tumbuh dengan keburukan keburukan dan mencari-cari kesalahan orang yang di tuju agar ia nampak hebat di depan yang menyuap dan nampak seperti pahlawan.

Sedang yang demikian ini di terangkan sangat jelas bahwa orang yang berbuat demikian adalah orang MUNAFIK.

Di riwayatkan oleh Abu Barzah al Aslami.r.a. Berkata Rasulullah S,a.w. bersabda "Hai sekalian orang-orang yang baru beriman dalam lidahnya, sedangkan Iman belum masuk kedalam hatinya! Jangan menggibah orang Islam atau mencari cari kesalahan mereka yang tersembunyi, karna barang siapa yang mencari-cari kesalahan mereka, maka Allah akan membuka kesalahanya, dan barangsiapa yang kesalahanya di buka oleh Allah, maka Allah akan mempermalukanya (walaupun) ia berada di rumahnya sendiri" Hr Abu Dawud

(Menggibah orang Muslim itu termasuk tanda-tanda Munafiq ) "Badzlul Majhuud V/254"

Sebagai seorang yang di perlakukan demikian, tidak ada solusi lain meskipun melapor kesana kemari, karna sudah pasti kalau orang di SUAP itu akan mencari relasi atau teman dan menggembangkan dosa-dasanya kesana kemari agar menutup ruang orang yang di jadikan korban.

Sehingga solusi utama menyelesaikan masalah semacam ini tidaklah seperti yang mereka lakukan pula, tapi memohon kepada Sang Maha Kuasa pencipta jagad raya, memohon keadilan-Nya dan memohon perlindungan dari kejahatan yang mereka lakukan, ingatlah...!!! Sabar dan Doa adalah senjata utama kaum Muslim.

Dosa maksiat

Sesungguhnya perbuatan dosa dan maksiat itu memiliki pengaruh yang kuat terhadap kesehatan badan dan hati. Di samping memberikan kesialan yang nyata dalam hidup umat dan bangsa.

Al-Imam Al-Allamah Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah rahimahullah menyatakan: “Perlu diketahui bahwa perbuatan dosa dan maksiat itu memiliki dampak yang buruk. Dan sudah barang tentu dampak buruknya terasa di dalam hati sebagaimana racun berdampak buruk terhadap tubuh. Bukankah setiap keburukan dan penyakit yang ada di dunia dan Akhirat disebabkan oleh perbuatan dosa dan maksiat ?!

Apa yang membuat Adam dan Hawa harus keluar dari Surga ? Apa yang membuat Iblis diusir dari kerajaan langit, dikutuk, diubah wujud lahir dan batinnya, dan diganti kedudukannya; dari dekat menjadi jauh, dari rahmat menjadi laknat, dari elok menjadi jelek, dan dari Surga menjadi Neraka yang menyala-nyala ?

Apa yang membuat seluruh penduduk bumi tenggelam, bahkan air menutupi puncak-puncak gunung ?

Apa yang membuat angin topan menghantam kaum Ad dan membuat mereka mati bergelimpangan di atas tanah laksana batang-batang pohon kurma yang tumbang, serta meluluh lantahkan bangunan, tanaman, pepohonan dan binatang ternak mereka. Sehingga mereka menjadi pelajaran berharga bagi umat-umat lainnya sampai hari Kiamat.?

Apa yang mengirimkan teriakan keras kepada kaum Tsamud hingga memotong-motong jantung yang ada di dalam dada mereka dan membuat mereka mati seketika ?

Apa yang membuat kampung yang dihuni kaum homoseks diangkat ke atas lalu dibalik 180 derajat dan dihunjamkan kembali ke dalam bumi, kemudian diikuti dengan hujan batu panas yang menimpa mereka, dan itu tidak terlalu jauh dari orang-orang yang zhalim.?

Apa yang membuat kaum Syu’aib dikirimi awan azab layaknya naungan, kemudian setelah berada tepat di atas kepala mereka, tiba-tiba awan itu menghujani mereka dengan api yang menyala-nyala ?

Apa yang membuat Fir’aun dan kaumnya tenggelam di lautan, kemudian ruhnya dibawa ke Neraka jahannam; sehingga tubuhnya tenggelam sedangkan ruhnya dibakar di Neraka Jahannam?

Apa yang membuat kaum-kaum sesudah Nuh ‘alaihissalam dibinasakan dengan aneka hukuman dan dihancur-leburkan ?

Apa yang membuat Bani Israil diserang oleh orang-orang yang memiliki kekuatan besar, lalu mereka merajalela di tengah-tengah kampung, membunuh para lelaki, menawan anak-anak dan wanita, membakar rumah-rumah, dan menjarah harta benda, kemudian mereka menyerang kembali dan menghancurkan apa saja yang mereka hancurkan ?

Apa yang membuat Bani Israil ditimpa bermacam-macam azab dan hukuman; mulai dari pembunuhan, penawanan, penghancuran negeri, kekejaman penguasa hingga pengubahan wujud mereka menjadi kera dan babi ?

Dan pada akhirnya Allah Subhanahu wa Ta’ala bersumpah dengan firman-Nya :
Sesungguhnya Dia (Allah) akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. (QS. Al-A’raf :167)

Ibnul Qoyyim terus menyebut hukuman-hukuman atas perbuatan dosa dan maksiat serta pengaruhnya terhadap hati dan badan di dunia dan Akhirat. Seraya menyitir nash-nash Alquran dan Hadits, beliau menelusuri kejadian-kejadian yang menimpa berbagai umat dan masa, serta sejarah orang-orang yang mendustakan dan mengingkari firman Allah.

Hukuman-hukuman yang bisa menimpa orang-orang yang berbuat maksiat antara lain: terhalang dari ilmu dan rezeki, merasakan kesepian, kesulitan dan kegelapan, lemah hati dan badan, terhalang dari ketaatan, terhapusnya berkah, hina di mata Allah, rusaknya akal, lemahnya tekad, terkuncinya hati, padamnya cahaya cemburu, hilangnya rasa malu, lenyapnya nikmat, datangnya petaka, rasa takut, gentar, gelisah, buta hati, dan datangnya bermacam-macam azab, bencana, hukuman, dan penderitaan hidup di dunia, di dalam kubur dan di Hari Kiamat. Pendek kata, segala macam keburukan dan kerusakan di air, udara, tanam-tanaman, buah-buahan, tempat tinggal, manusia, Negara, darat, angkasa, laut, dunia dan Akhirat, penyebabnya tidak lain adalah perbuatan dosa dan maksiat. Sunnatullah ini telah ditegaskan di dalam Alquran Al-Karim. Terutama ketika menceritakan tentang umat-umat terdahulu yang mendustakan firman Tuhan. Ini dimaksudkan agar menjadi pelajaran dan peringatan bagi orang yang punya hati, mau mendengar dan menyaksikan apa yang terjadi.

Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka diantara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang menguntur, dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan diantara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS. Al-‘Ankabut :40)

Jangan Hina Mantan

Pernah menyinta berarti pernah pnya mantan, ntah mantan pacar atau mantan pasangan...

Yg namanya mantan sering di jelek~jelekan, brengseklah, pnghianatlah, bahkan kdang di katai anjing...

Hentikan ucapan sperti itu...!!!

Karna dosa paling besar di antara dosa~dosa besar lainya adalah menghina kehormatan oranglain..

“Qola Rasulullahi Shalallah alaihi wassalama, inna min akbari kabairistitolatal mar'i fii irdli rojulin muslimin bighoiri khaqiin”
(Rasulullah S.a.w. Bersabda “Sesungguhnya dosa paling besar di antara dosa~dosa besar adalah menghina kehormatan seorang Muslim tanpa hak kebenaran”)Hr Abu Dawud 4877

Sungguh perbuatan smacam ini sngatlah terlarang, jngan smpai mlakukanya, karna bila kta mohon ampun pda Allah blum tntu di ampuni kecuali orng yg di hina tersebut mengampuni..

Jadi Allah tdk akan mengampuni sebelum orng yg di hina khormatanya mema'afkan lebih dulu..
Smoga bsa jadi plajaran dan hati~hati dalam berucap..

Dan smoga Allah mmberi kta ptunjuk perbuatan yg baik... Aamiin..

Ternyata Ini Yang Menjadikan Putus Cinta

Jangan menyalahkan ia yang memutus cintamu...

Mungkin kelihatanya si dia yg jahat, tetapi siapa yg tau dalamnya hati seseorang..??

Bisa jadi ia memutus lantaran, ia tau ternyata engkau bukanlah orng yg baik untuk di jadikan pasangan..

Apabila ternyata engkau bukan orang baik, maka memutus cinta itu bagian dari Amal terbaiknya..
(Afdholu a'mali khubufiillaahi wal bugdlufillaahi)

"Amal yg paling utama adalah menyinta karna Allah dan membenci karna Allah" [Hr Abu Dawud 4599]

Jadi hati-hatilah dengan masalah cinta, apalagi perbuatan, cewek bersikaplah sbagaimana cewek yg baik, cowok pun harus dmikian, agar ketika menyinta tidak sampai di putus olehnya..

Cara Mengetahui Orang Jujur Dengan Yang Tidak

Apakah anda tau orng yg di hadapan anda berkata jujur dan serius, apalagi ktika mengucapkan kata cinta..

Tentu tidak kan..??

Ternyata ini ciri-ciri orang yang serius ketika ia berbicara di hadapan anda..

(Idla khaddatsya rajulu bil khaditsyi tsumma tafata fahiyya amanatun)

"Apabila sseorang mengatakan suatu perkata'an, lalu ia menoleh 'kekanan dan kekiri' maka yg ia katakan itu adalah amanat 'rahasia yg tdk boleh di katakan/ ucapan yg serius" [Hr Abu dawud 4868]

Jika skarang ini zaman modern, tentu lewat HP jka brjauhan, untuk mngetahui ia berkata jujur atau tidak, biasanya di mulai dari basa basi dulu,,,

Namun bila anda yg bertanya, maka si dia menjawabnya tidak secara langsung, kadang sela bberapa jam kadang pula besoknya..

Tapi bila si dia menjawab scara spontan, itu pertanda tidaklah jujur kepada anda..

Permohonan Malaikat Isrofil Kepada Allah

Rasulullah S.A.W telah bersabda bahwa, “Malaikat Jibril, Mikail, Isroafil dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku.

Berkata Jibril A.S. : “Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca selawat ke atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar.”

Berkata pula Mikail A.S. : “Mereka yang berselawat ke atas kamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu.”

Berkata pula Isroafil A.S. : “Mereka yang berselawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah S.W.T. dan aku TIDAK AKAN mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T. mengampuni orang itu (yang bershalawat).”

Malaikat Izrail A.S pula berkata : “Bagi mereka yang berselawat ke atasmu, akan aku cabut roh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi.”

Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah S.A.W.? Para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang berselawat ke atas Rasulullah S.A.W.

Dengan kisah yang dikemukakan ini, kami harap para pembaca tidak akan melepaskan peluang untuk berselawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para malaikat.

Bacaan Sholawat Nabi sangat beragam, ini salah satunya:.

Ya Nabi Salam Alaika Ya Rosuul salam alaika Ya Habiib salam alaika Sholawatulloh alaika.

Dalam Al Qur'an Allah swt. berfirman: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya". (Al Qur'an S. Al-Ahzab ayat 56)

Nabi Muhammad saw. bersabda: "Bershalawatlah kamu kepadaku, karena shalawat itu menjadi zakat penghening jiwa pembersih dosa bagimu". (Diriwayatkan oleh Ibnu Murdawaih).

Dari Abu Hurairah ra. diberitakan Nabi Muhammad saw. bersabda: "Janganlah kamu menjadikan rumah-rumahmu sebagai kubur dan menjadikan kuburku sebagai persidangan hari raya. Bershalawatlah kepadaku, karena shalawatmu sampai kepadaku dimana saja kamu berada". (HR. An-Nasai, Abu Dawud dan Ahmad serta dishahihkan oleh An-Nawawi).

Tamu Agung Malam Qodar

Lailatul Qodar, adalah malam Final tentang Takdir manusia, sebagaimana pada bulan sebelumnya, yaitu Nisfu Sya'ban, malam pengangkatan buku catatan Amal lalu di tentukan lagi Takdir Manusia, selama proses penentuan Takdir, kita menunggu hingga Bulan Ramadhan dan tibanya tepat pada Malam Lailatul Qodar, para Malaikat turun lagi ke bumi untuk menentukan Takdir dan memberikan keputusan dari Allah...

Di dalam Bulan Ramadhan kita di hadapkan pada kewajiban Puasa, lalu di iringi dngan berbagai perbuata yang baik, dan Allah memberikan kesempatan untuk hal itu dengan membelenggu Syetan.

Berdasarkan catatan yang di angkat, tentu dosa-dosa kita tidaklah sedikit, sehingga Allah memberikan kesempatan pada kita untuk memohon Ampun dan memperbaiki selama tenggang waktu hingga tiba Malam Lailatul Qodar..

Hal ini berdasar dari Qs Ad Dukhan 04 <> Fiha Yafroqu Kullu Amriin Khakimiin <> "Di Malam Itu Di Jelaskan Segala Urusan Yang Penuh Hikmah"

Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa penulisan takdir di Lauh Mahfudh dalam setahun akan di rinci di malam Lailatul Qodar, juga akan di catat ketentuan Ajal, Rizki, demikian di riwayatkan dari Abdullah Bin Umar, Abu Malik, Mujahid, dan Ulama lainya.

Kita di beri kesempatan untuk memohon ampun kepada Allah agar dosa-dosa kita di ampuni dan di berinya Nasip yang baik di jelaskan dalam hadis yang di riwayatkan Abu Hurairah r.a. yang maksudnya demikian: "Barangsiapa yang meaksanakan sholat di malam Lailatul Qodar karna Iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu di ampuni" (Hr Muslim)

Sudah tentu apabila Allah mengampuni maka Nasip kita ka berubah lebih baik dari sebelumnya, karna kita semua tau bahwa penyebab Nasip sial, Rejeki seret, Sulit jodoh, dll adalah karna dosa-dosa yang di lakukanya sendiri..

Pada malam yang agung tersebut, kita kedatangan Malaikat yang bertugas menyampaikan keputusan dari Allah, dan mereka para Malaikat mendatangi rumah-rumah kita kaum Muslim...

Akan tetapi para Malaikat pembawa Rahmad tersebut tidak begitu saja masuk rumah, mreka tidak akan masuk dan memberikan Rahmad atau keputusan dari Allah apabila di dalam rumah terdapat sesuatu yang di larang, sebagaimana yang Rasulullah sebutkan yang yaitu:

"Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing, juga tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar patung" (shohihul-jami 7262)

Kita mesti memperhatikan bahwa kedatangan Malaikat pada malam Lailatul Qodar adalah dalam misi yg sangat peting, shingga kita mesti menjaga rumah sebaik mungkin agar jangan ada benda dan binatang yang terlarang tersebut..

Sedangkan tanda-tanda kita mendapatkan keputusan yang baik malam Lailatul Qodar adalah, Nasip, Rizki, Kehidupan dll kita lebih baik dari sebelumnya, dan ibadah pun menjadi lebih baik dari sebelunya, yang demikian ini adalah tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wata'ala, dan juga berkat usaha kita menjauhi larangan-larang yang telah di tentukan..

Demikian sedikit Tausyiah semoga bermanfa'at dan bisa di mengerti...

Makna Al~Qur'an

Menurut bahasa, Al~Qur'an adalah baca'an atau yang di baca, sedangkan menurut istilah Al~Qur'an berarti kumpulan wahyu Allah yang di turunkan kepada Nabi Muhammad Saw, melalui perantara Malaikat Jibril . . . .

Kedudukan Al~Qur'an bagi umat manusia adalah sebagai sumber hukum yang pertama dan yang paling utama, artinya Al~Qur'an di jadikan rujukan atau tempat kembali bagi semua masalah yang terjadi di antara kita semua . . .

Sebagaimana pengarah dari Firman Allah yang maksudnya sebagai berikut:
"Hai orang~orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al~Qur'an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar~benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya" (An Nnisa 59)

Dari penjelasan Firman Allah tersebut sangatlah jelas bahwa Al~Qur'an sebagai sumber utama dalam menetapkan keputusan apapun itu, termasuk juga pedoman hidup manusia sepanjang masa, shingga isi kandungan Al~Qur'an selalu sesuai dengan apa saja yang terjadi di dunia ini . . .

Dan Al~Qur'an sendiri berisi tiga komponen dasar hukum, yaitu: . . . .

    【I】 Hukum yang berhubungan dengan masalah aqidah . . .
    【II】Hukum yang mengatur hubungan antara manusia dengan Allah . . .
    【III】Hukum yang mengatur hubungan antara manusia dengan sesama dengan lingkungan sekitar atau di sebut hukum syara atau hukum amaliyah . . .

Pada intinya dari semua itu adalah bahwa di dalam Al~Qur'an sudah mencakup semua kehidupan manusia, dan sudah selayaknya pula kita selalu berpegang teguh dan menjadikan Al~Qur'an sebagai pedoman yg Agung..